Keempat Kalinya, Bupati Nikson Nababan Raih Opini WTP Beruntun

Kesejahteraan rakyat yang terakomodasi dengan baik adalah tonggak nilai keberhasilan atau tidak nya seorang pemimpin. Begitu pula dengan Nikson Nababan yang menjabat sebagai Bupati Tapanuli Utara. Banyak yang harus diperhatikan ketika anda menjadi seorang pemimpin. Menjadi seorang pemimpin bukanlah perkara mudah, karena kita bisa memerintah bawahan dengan seenaknya. Akan tetapi lebih kepada menyelaraskan harmonisasi antara bawahan dan pemimpin agar tujuan mensejahterahkan rakyat terpenuhi dengan baik. Sebagai seorang pemimpin kita bukan lagi milik partai tertentu. Melainkan kita adalah milik rakyat.

Selain itu dalam hal mengurusi birokrasi yang ada dalam daerahnya, seorang pemimpin harus membuat semua rakyat nya merasa terlayani dengan baik. Salah satu pembuktian yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin adalah tidak mencederai hati rakyatnya dengan korupsi. Hal ini yang banyak menjerat para pemimpin daerah, di negeri ini. Hal ini dilakukan dengan baik oleh Nikson Nababan, terbukti dengan diraihnya 4 kali Opini WTP secara beruntun selama beliau menjabat. Hal ini merupakan torehan yang positif selama beliau menjabat menjadi seorang kepala daerah.

Sedangkan Opini WTP sendiri adalah singkatan dari Opini Wajar Tanpa Pengecualian. Opini ini sendiri adalah opini terkait audit yang akan diterbitkan pada setiap kepala daerah. Jika laporan keuangan telah dianggap memberikan informasi yang bebas atau tidak terdapat salah saji. Pada informasi yang telah diberikan tersebut pada laporan audit. Tentunya hal ini merupakan salah satu tingkat pertanggung jawaban dari tugas seorang Bupati Nikson Nababan. Yang telah membuktikan dirinya sebaik pemimpin yang bersih kepada rakyatnya.

Opini WTP Sebagai Bukti Pemimpin Bersih

Apalagi ini merupakan kali ke empat Kabupaten Tapanuli Utara mendapatkan hal tersebut. Opini WTP ini di dapatkan saat rapat koordinasi daerah pelaporan dan akutansi keuangan pada hari Kamis (22/11/2018). Edy Rahmayadi sekaligus menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara secara langsung menyampaikan apresiasi kepada 14 Kabupaten dan Kota yang menerima prestasi tersebut. Dan salah satunya adalah Bupati Nikson Nababan selaku pemimpin kepala daerah Tapanuli Utara. Yang telah meraih piagam yang cukup membanggakan tersebut.

Lebih lanjut Gubernur Sumatera Utara mengatakan “untuk memperoleh piagam tersebut harus diawali dengan niat dan dilanjutkan dengan mengikuti prosedur. Apabila memiliki keduanya, saya yakin akan memperoleh piagam ini” kata Edy Rahmayadi. Melihat apa yang di sampai kan Gubernur Sumatera Utara tersebut tentu mendapatkan piagam tersebut bukanlah hal yang mudah. Selain harus patuh dan disiplin terhadap semua aturan yang berlaku. Seorang kepala daerah dituntut tidak melakukan kesalah, dan inilah yang berhasil dibuktikan oleh Nikson Nababan.

Kita patut bangga sebagai warga Indonesia, meskipun masih saja ada kepala daerah yang tertangkap karena kasus korupsi. Ternyata hal tersebut juga diimbangi dengan munculnya beberapa kepala daerah yang memiliki prestasi yang cemerlang. Dan paham benar mengenai tugasnya sebagai kepala daerah untuk mengabdi dan mensejahterahkan rakyatnya. Seperti walikota Surabaya Tri Risma Harini, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan beberapa lainnya. Tentunya Nikson Nababan juga mulai di perhitungkan sebagai salah satu pemimpin daerah sarat dengan prestasi tersebut.

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dalam waktu dekat ini akan mengadakan pertemuan dengan Bupati dan Walikota seluruh Sumut. Dalam rangka membahas skill dan kebersamaan atas mencapai visi dan misi bersama. Dan rencananya hadir pula Ketua Badan Pengawas Keuangan (BPK). Nikson Nababan sebagai salah satu pemimpin daerah di Sumut tentunya akan hadir disana. Prestasi tersebut nantinya bukan hanya sebagai sesuatu yang hanya dapat dibanggakan. Melainkan menjadi penyemangat kepala daerah dan jajarannya untuk meraih banyak penghargaan lain.

Tags: